Fakta Tentang RA Kartini yang Belum Diketahui oleh Banyak Orang
Oleh Miao, 2 Sep 2020
Jika berbicara tentang emansipasi wanita di Indonesia, tentunya kita akan langsung mengingat sosok Raden Ajeng Kartini. Kartini adalah seorang wanita hebat di masanya, yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Untuk mengingat dan menghormati setiap jasa yang dilakukan oleh beliau, maka setiap tanggal 21 April pun selalu diperingati sebagai Hari Kartini.
Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tahu beberapa fakta tentang ibu Kartini. Tetapi, ada juga beberapa fakta tentang RA. Kartini yang hingga kini masih jarang diketahui oleh banyak orang. Berikut ini ulasan tentang RA. Kartini yang mungkin belum Anda ketahui :
1. Keturunan Ulama dan Memiliki Darah Bangsawan
Kartini adalah seorang gadis dari Jepara yang dilahirkan di tanggal 21 April 1879. Kartini masih keturunan seorang bangsawan. Ayahnya bernama Mas Adipati Ario Sosroningrat. Ketika itu, sang ayah adalah seorang Bupati Jepara yang memiliki garis keturunan Kerajaan Majapahit. Sedangkan, keturunan ulama beliau didapatkan dari sang ibu yang merupakan anak perempuan dari seorang ulama ternama di Jepara. Ulama tersebut bernama Kiai Haji Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah.
2. Kartini tak ‘Silau’ dengan Gelar Kebangsawanannya
Sejak kecil, Kartini sudah sering dipanggil dengan sebutan Raden Ayu Kartini. Namun, siapa sangka, ternyata dirinya tak menyukai nama panggilan ini. Semua dimulai ketika Kartini pertama mendapatkan gelar tersebut dari sang ayah setelah dirinya pulang sekolah. Karena merasa penasaran, Kartini kemudian mencari tahu apa sebenarnya makna dibalik nama kebangsawanan tersebut. Sejak mengetahuinya, dirinya pun merasa bahwa tak ada yang perlu dibanggakan sehingga ia lebih suka dipanggil dengan nama Kartini saja.
3. Erat Kaitan dengan Keluarga Poligami
Siapa sangka ternyata kehidupan Kartini sangat erat dengan keluarga Poligami. Menurut informasi, ibu Kartini juga bukanlah satu satunya istri dari sang ayah. Hal ini karena kemudian sang ayah menikah lagi dengan seorang keturunan Ningrat yang bernama Raden Ajen Woerjan. Ketika sudah dewasa pun Kartini dipaksa menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat yang telah memiliki 3 istri. Dari hasil pernikahan tersebut Kartini dikaruniai seorang anak yang bernama Soesalit Djojoadiningrat.
4. Awalnya, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ bukanlah Judul untuk Buku
Habis Gelap terbitlah terang pada awalnya bukanlah sebuah buku, melainkan kumpulan surat dari Kartini untuk J.H. Abendanon dan banyak temannya di Eropa. Setelah Kartini wafat, maka J.H Abendanon pun memiliki inisiatif untuk membukukan semua surat tersebut. Judul dari kumpulan surat ini adalah door duisternis tor licht yang kini dikenal dengan nama Habis Gelap Terbitlah Terang.
5. Awal Mula Digunakannya ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’
Oleh Guru Ngajinya, Kartini diberikan sebuah hadiah berupa terjemahan Al-Quran ketika Kartini menikah. Terjemahan ini diberikan nama “Faid Al Rahman fII Tafsir Qur’an”. Ketika membaca buku tersebut, Kartini sangat suka dengan Surat Al Baqarah ayat 257 dimana tertulis “Allah lah yang membimbing orang-orang beriman dari gelap untuk menuju ke cahaya”. Kemudian, kartini pun sering mengulang kalimat dari gelap menuju cahaya untuk setiap surat yang dikirimkan kepada temannya di Belanda. Inilah yang kemudian menjadi awal mula pemberian judul buku Habis Gelap Terbitlah Terang, yang dibuat oleh Sastrawan Pujangga Baru bernama Armin Pane.
6. Nama Kartini digunakan Sebagai Nama 4 Jalan di Belanda
Perjuangan RA Kartini dalam mengangkat harkat dan derajat kaum perempuan ternyata tak hanya membuat takjub banyak orang di tanah air. Banyak juga kaum perempuan di Belanda merasa sangat terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kartini. Mereka merasa terkesan ketika melihat surat-surat Kartini yang dibukukan disana. Setiap orang yang membacanya benar-benar bisa merasakan bagaimana ketidak adilan untuk wanita pribumi di Jawa pada masa itu. Oleh karena itulah, untuk mengenang Kartini, Pemerintah Belanda bahkan menggunakan namanya untuk nama 4 jalan disana. Nama jalan tersebut adalah:
RA Kartinistraat di Utrecht
Jalan Kartini di Harlem
R.A. Kartinistraat di Venio
R.A Kartinistraat yang ada di Amsterdam, ibukota Belanda
Kini peninggalan Kartini pun bisa dikunjungi di beberapa tempat yang ada di Jepara serta Museum yang berada di Rembang, Jawa Tengah. Bahkan, makam ibu Kartini pun terawat dengan baik di kota kecil tersebut.
Itulah beberapa fakta menarik tentang R.A Kartini, sang pahlawan emansipasi wanita, yang mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang. Meskipun kita belum pernah bertemu dengan beliau, tetapi kita bisa merasakan setiap lelah dan hasil perjuangan seorang Kartini. Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan dan menginspirasi kita semua.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya