Kontroversi Banjir Sumatera, PAN Angkat Suara: Tudingan pada Zulkifli Hasan Dinilai Hoaks

Oleh Miao, 8 Des 2025
Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, jagat media sosial kembali gaduh. Nama Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, tiba-tiba diseret sebagai pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian bencana tersebut.

Narasi liar itu menyebar cepat, memantik reaksi keras dari politisi PAN.

PAN: Tudingan Itu Tidak Masuk Akal dan Mengarah Fitnah

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Yohan, tampil memberikan klarifikasi tegas. Ia menyebut tuduhan yang mengaitkan Zulkifli Hasan dengan bencana banjir 2025 sebagai sesuatu yang tidak berdasar, hoaks, bahkan mengarah pada fitnah yang sengaja dihembuskan.

Bencana yang terjadi pada 2025 dinilai mustahil dikaitkan dengan kebijakan Zulhas ketika menjabat Menteri Kehutanan pada 2009–2014, lebih dari satu dekade sebelumnya.

“Tudingan itu tidak berdasar, hoaks, bahkan mengarah fitnah. Tidak relevan bahkan tidak masuk akal mengaitkan bencana banjir saat ini karena kebijakan beliau saat menjabat Menhut pada periode 2009–2014,” ujar Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/11/2025).

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang menyudutkan Zulhas, termasuk potongan video dokumenter tahun 2013 berisi wawancara Harrison Ford dengan Zulhas tentang kerusakan hutan Indonesia.

Program 1 Miliar Pohon hingga Moratorium 64 Juta Hektare

Yohan juga mengungkap rekam jejak Zulkifli Hasan selama menjabat Menteri Kehutanan. Menurutnya, pada tahun ketiga masa jabatannya, Zulhas meluncurkan program besar yang masih dikenal hingga kini: Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon, melibatkan masyarakat umum, korporasi, pemerintah daerah, hingga militer.

Tak hanya itu, Yohan menegaskan bahwa Zulhas juga menerbitkan moratorium izin pemanfaatan hutan, kebijakan yang mampu menyelamatkan lahan seluas 64 juta hektare di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan, data menunjukkan laju deforestasi sebelum era Zulhas sekitar tahun 1996 hingga 2003 mencapai 3,5 juta hektare per tahun. Namun pada masa jabatan Zulhas, angka itu turun drastis menjadi 450 hektare saja, atau tinggal sekitar 15 persen dari laju sebelumnya.

“Ini bukti tudingan banjir yang mengaitkan akibat kebijakan Pak Zulkifli Hasan saat menjabat Menhut tidak benar, tidak berdasar, hoaks, dan cenderung fitnah,” tegasnya.

Video Harrison Ford Dinilai Tidak Berimbang

Terkait beredarnya potongan video dokumenter Harrison Ford, Yohan menilai gambaran yang muncul dalam tayangan tersebut tidak menggambarkan keseluruhan konteks. Menurutnya, Ford tidak memberikan ruang memadai bagi Zulhas untuk menjelaskan berbagai kebijakan yang saat itu justru berhasil menekan laju deforestasi.

“Terlihat dari potongan video, Ford selalu memotong jawaban Pak Zulkifli, dan menyimpulkan pendapatnya sendiri tanpa ada ruang yang luas bagi beliau untuk menjelaskan,” ucap Yohan.

Dugaan Serangan Politik untuk Menjatuhkan Zulhas

Yohan melihat rangkaian tudingan dan penyebaran video tersebut sebagai bagian dari serangan politik. Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membangun narasi negatif untuk merusak citra Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Tudingan yang hoaks ini disebar oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra politik Menko Pangan Pak Zulkifli Hasan yang sekarang sedang dipercaya Presiden untuk mengkoordinasikan program prioritas nasional seperti ketahanan pangan, koperasi merah putih, MBG, dan lainnya,” tutup Yohan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © Nonsar.com
All rights reserved