Anak dan Kerabat Jokowi Maju Pilkada, Era Babak Belur Demokrasi Dimulai

Oleh Zona, 11 Agu 2020
Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2020 yang akan diselenggarakan di 270 daerah, terdiri dari 9 propinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 banyak kerabat bahkan anak dari Presiden Jokowi ikut bertarung dalam Pilkada tersebut.

Banyak suara-suara dari kalangan masyarakat yang menganggap bahwa majunya anak dan kerabat dari Jokowi ini merupakan Politik Dinasti yang bertujuan untuk menguasai pemerintahan oleh keluarga dari Jokowi.

Bahkan Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai ikut menyuarakan terkait kerabat Jokowi yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020.

Dalam unggahannya Natalius Pigai memperlihatkan foto Gibran Rakabuming sebagai calon walikota di pilkada Solo 2020, bersama foto adik ipar Jokowi  Wahyu Purnomo dan menantu Presiden Bobby Nasution.

Menurut Natalius Pigai, ini adalah zaman ketika demokrasi babak belur. Berikut cuitannya;

“INDONESIA Jaman Jokowi, Era Babak Belurnya; Demokrasi, HAM, Keadilan, Etika, Moral dan Tata Krama Berbangsa dan Bernegara.”

Cuitannya tersebut bahkan memancing banyak komentar dari yang pro terhadap pemerintah sampai yang kurang sejalan dengan pemerintah.

Untuk diketahui menantu Jokowi, Bobby Nasution mantap maju di Pemilihan Wali Kota Medan Sumatra Utara dengan mencari dukungan PDIP dan Golkar.

Sementara kerabat Jokowi Wahyu Purwanto juga siap mengikuti Pemilihan Bupati Gunung Kidul 2020. Wahyu merupakan kader Partai Nasdem yang menjabat sebagai Dewan Penasehat Partai Nasdem Gunungkidul.

Sedangkan untuk putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming sudah mendapatkan persetujuan dari PDIP untuk maju di Pilkada Solo 2020.

Menurut Jokowi sendiri majunya anak dan kerabatnya tidak ada hubungannya dengan politik dinasti.

“siapapun punya hak pilih dan dipilih, ya kalau rakyat enggak memilih gimana? Ini kompetisi bukan penunjukan. Beda, tolong dibedakan,” kata Jokowi di Tol layang Jakarta-Cikampek, Kamis 12 November 2019 lalu.

Walaupun ada bantahan atau klarifikasi dari Presiden Jokowi sendiri, tetap saja majunya anak dan kerabat Jokowi ini seperti memanfaatkan posisi Jokowi sebagai Presiden Indonesia saat ini. Jadi jangan salahkan masyarakat jika masih menilai majunya anak dan kerabat Presiden maju di Pilkada 2020 ini seakan ingin membangun dinasti politik di Indonesia.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

 
Copyright © Nonsar.com
All rights reserved