

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2020 yang akan diselenggarakan di 270 daerah, terdiri dari 9 propinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 banyak kerabat bahkan anak dari Presiden Jokowi ikut bertarung dalam Pilkada tersebut.
Banyak suara-suara dari kalangan masyarakat yang menganggap bahwa majunya anak dan kerabat dari Jokowi ini merupakan Politik Dinasti yang bertujuan untuk menguasai pemerintahan oleh keluarga dari Jokowi.
Bahkan Eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai ikut menyuarakan terkait kerabat Jokowi yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020.
Dalam unggahannya Natalius Pigai memperlihatkan foto Gibran Rakabuming sebagai calon walikota di pilkada Solo 2020, bersama foto adik ipar Jokowi Wahyu Purnomo dan menantu Presiden Bobby Nasution.
Menurut Natalius Pigai, ini adalah zaman ketika demokrasi babak belur. Berikut cuitannya;
“INDONESIA Jaman Jokowi, Era Babak Belurnya; Demokrasi, HAM, Keadilan, Etika, Moral dan Tata Krama Berbangsa dan Bernegara.”
Cuitannya tersebut bahkan memancing banyak komentar dari yang pro terhadap pemerintah sampai yang kurang sejalan dengan pemerintah.
Untuk diketahui menantu Jokowi, Bobby Nasution mantap maju di Pemilihan Wali Kota Medan Sumatra Utara dengan mencari dukungan PDIP dan Golkar.
Sementara kerabat Jokowi Wahyu Purwanto juga siap mengikuti Pemilihan Bupati Gunung Kidul 2020. Wahyu merupakan kader Partai Nasdem yang menjabat sebagai Dewan Penasehat Partai Nasdem Gunungkidul.
Sedangkan untuk putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming sudah mendapatkan persetujuan dari PDIP untuk maju di Pilkada Solo 2020.
Menurut Jokowi sendiri majunya anak dan kerabatnya tidak ada hubungannya dengan politik dinasti.
“siapapun punya hak pilih dan dipilih, ya kalau rakyat enggak memilih gimana? Ini kompetisi bukan penunjukan. Beda, tolong dibedakan,” kata Jokowi di Tol layang Jakarta-Cikampek, Kamis 12 November 2019 lalu.
Walaupun ada bantahan atau klarifikasi dari Presiden Jokowi sendiri, tetap saja majunya anak dan kerabat Jokowi ini seperti memanfaatkan posisi Jokowi sebagai Presiden Indonesia saat ini. Jadi jangan salahkan masyarakat jika masih menilai majunya anak dan kerabat Presiden maju di Pilkada 2020 ini seakan ingin membangun dinasti politik di Indonesia.
Hukum Zakat Penghasilan Kata Ustadz Adi Hidayat
18 Maret 2025 | 413
Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum zakat penghasilan atau biasa disebut zakat profesi. Sebelum memasuki hukum zakat penghasilan, mari pahami terkait definisinya. ...
RajaKomen Membantu Kampanye Politik di Media Sosial
15 Feb 2022 | 773
Metode kampanye konvensional seperti pengerahan massa untuk demonstrasi mulai terasa hampa. Di balik keramaian dengan berbagai atribut, teras sepi. Kerumunan ide, gagasan, serta visi dan ...
Emporio Architect Penyedia Jasa Arsitek Terbaik Dan Terpercaya Dengan Tarif Yang Terjangkau
10 Jul 2022 | 1724
Dalam membangun sebuah rumah dengan menggunakan jasa arsitek merupakan langkah yang paling terbaik yang perlu dilakukan. Namun, masih banyak orang yang berpikiran penggunaan jasa arsitek ...
Risiko Tidak Merawat Rem Mobil dengan Baik
26 Jun 2020 | 2049
Meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap kondisi mesin mobil. Perawatan terhadap keren mobil sangatlah penting dilakukan. Tiga tidak akan terjadi beberapa hal yang sangat berisiko ...
Fashion Keren Pajama Pasrty dengan 7 Model Baju Tidur Ini
24 Jun 2020 | 3065
Baju tidur sekarang ini semakin beragam jenisnya. Setiap orang menginginkan tidur dengan pulas dan nyaman. Tentunya kenyamanan bisa berasal dari baju yang dikenakan. Baju yang dikhususkan ...
Pamit ke Rumah Kerabat, Pendeta Ini Justru Bercinta dengan Siswi SMA di Kamar, Istri Syok
29 Jul 2022 | 1349
Karena ulahnya yang tak senonoh cabuli Siswa SMA, oknum Pendeta di Ketapang dilaporkan Istri ke Polisi. Belum lama ini, seorang istri berinisial PB(51) melaporkan suaminya GAK (59) ke ...