

Membentuk kesepakatan dengan pihak luar perusahaan seperti vendor tentu membutuhkan banyak ayat kesepakatan. Semua ketentuan tersebut dibuat untuk memastikan proses pengadaan barang/jasa berjalan sesuai dengan perencanaan. Khusus untuk kesepakatan yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek, surety bond adalah komponen penting yang harus dibuat. Perusahaan pengguna Jasa Surety Bond akan melibatkan beberapa pihak untuk memastikan proyek selesai dengan biaya yang sesuai pula. Mari mengenal lebih dalam tentang surety bond, dari manfaat penting hingga prinsip yang harus ada didalamnya.
Surety bond adalah perjanjian tambahan selain perjanjian pokok berupa asuransi yang menjamin suatu proyek tidak mengalami berbagai macam risiko. Pelaksanaan proyek dengan skala apapun pasti memiliki risiko yang bisa saja terjadi, misalnya proyek mangkrak, kesulitan pemenuhan bahan baku, dan sebagainya. Untuk menjamin hal-hal tersebut terjadi, perusahaan pemilik proyek perlu membuat surety bond agar semua pihak menunaikan kewajibannya.
Sehingga dalam pembuatannya, surety bond akan membutuhkan tiga pihak wajib, yaitu:
1. Obligee
Penerima jaminan atau obligee adalah perusahaan yang memiliki proyek atau pemberi kerja.
2. Principal
Pihak terjamin atau principal adalah pelaksana proyek yang juga sering disebut sebagai kontraktor. Ketika principal tidak mampu menjalankan kontrak kerja, maka pihak ini dikenakan wanprestasi.
3. Surety
Pihak penjaminan atau surety adalah perusahaan, biasanya lembaga keuangan non bank, yang memiliki layanan surety bond. Nantinya, perusahaan ini akan berwenang menerbitkan surat jaminan yang mengikat obligee dan principal.
4 Jenis Sekaligus Manfaat Pentingnya
Secara garis besar, perjanjian ini memang berlaku sebagai penjamin agar perusahaan pelaksana mampu mengerjakan proyek dan mendapat penjamin dengan biaya yang relatif murah dan cepat diperoleh. Sedangkan bagi perusahaan pemilik proyek, surety bond adalah cara agar pencairan dana ketika principal wanprestasi lebih mudah. Tentu saja yang paling diharapkan adalah pelaksanaan proyek yang berhasil dan/atau selesai sesuai kontrak. Namun manfaat yang lebih detail dari perjanjian ini tergantung pada jenisnya.
1. Tender
Surety bond untuk jenis tender memastikan pihak principal telah memenuhi penilaian dari pihak obligee dan dipilih untuk menjalankan proyek. Nantinya kontraktor terpilih harus menjalankan kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Manfaat dari jenis ini adalah ketika kontraktor terpilih mundur, pihak surety akan membayarkan kerugian kepada obligee. Besarnya kerugian ini biasanya dikenakan minimal 1% dari nilai proyek dan maksimal 3%.
2. Performance Bond
Lalu untuk jenis performance bond, surety menjamin principal mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang diminta pihak obligee. Selama waktu proyek yang telah ditandatangani berlangsung, principal tidak boleh memutuskannya secara sepihak atau bersama-sama dengan pihak obligee. Apabila principal membutuhkan perpanjangan waktu dan telah mendapat persetujuan dari obligee, surety bond jenis ini dapat diperpanjang. Namun jika principal gagal, maka surety akan membayarkan ganti rugi minimal 5% dan maksimal 10% dari nilai proyek.
3. Maintenance Bond
Sedangkan untuk jenis maintenance bond dilakukan saat proyek telah selesai dilakukan. Pihak surety akan menjamin principal mampu melakukan perbaikan ketika terjadi kerusakan terhadap proyek. Namun jika principal ternyata tidak mampu menjalankannya, surety akan membayarkan kerugin kepada obligee dengan nilai maksimal 5% dari nilai proyek.
4. Advance Payment Bond
Kemudian jenis terakhir adalah advance payment bond, yaitu perjanjian yang memastikan principal mengembalikan uang muka yang dibayarkan obligee jika principal gagal menjalankan kesepakatan awal. Principal dapat menyelesaikan pengembalian dana ini secara bertahap dan akan dibantu pihak surety dengan nilai maksimal 20% atau 30% dari nilai proyek.
Prinsip dan Cara Kerjanya
Untuk semakin memudahkan Anda memahami prinsip dan cara kerja surety bond, perhatikan poin-poin berikut ini.
Proses pelaksanaan proyek memang perlu kontrol dan pengawasan yang ketat. Meskipun kontraktor dan/atau vendor telah diseleksi dengan baik, masih ada faktor eksternal yang berisiko menghambat jalannya proyek. Untuk memudahkan Anda mengelola dokumen legal yang berkaitan dengan pengadaan, PT Shorai Sarana Suretyndo hadir untuk memudahkan bisnis Anda dalm mengelola dokumen hukum dengan beberapa pihak sekaligus melalui platform yang sama. Temukan manfaat besar lain dari jasa surety bond dan Jasa Bank Garansi dengan mengunjungi website www.jasasuretybond.org.
Strategi Internet Marketing: Meningkatkan Efektivitas Iklan Digital untuk Pertumbuhan Bisnis
15 Des 2025 | 178
Perkembangan teknologi digital telah merubah cara konsumen mencari informasi, membandingkan produk, dan mengambil keputusan pembelian. Internet kini menjadi media utama yang memengaruhi ...
8 Menu MPASI 6 Bulan Untuk Memenuhi Kebutuhan Nutrisi dan Energi Si Kecil
6 Sep 2022 | 1223
Pada usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi dan energi bayi sudah tidak cukup hanya mengandalkan ASI. Oleh karena itu di usia ini bayi perlu diberi makanan pendamping ASI atau MPASI. Dan orang tua ...
Harapan Gen Z pada Kepemimpinan Anies Baswedan
7 Apr 2026 | 58
Generasi Z atau Gen Z dikenal sebagai kelompok yang kritis, adaptif terhadap teknologi, serta peduli pada isu sosial dan masa depan bangsa. Dalam konteks politik Indonesia, muncul berbagai ...
Bagaimana Teknik Industri di Bandung Menerapkan Prinsip Green Manufacturing dan Keberlanjutan?
1 Des 2025 | 144
Teknik Industri kini berada di garis depan dalam merancang solusi untuk krisis iklim dan isu keberlanjutan global melalui penerapan praktik industri yang bertanggung jawab. Memilih Teknik ...
Wajah Suram Kasus HAM Rezim Jokowi Sepanjang 2020
28 Des 2020 | 1560
Alih-alih ingin menyelesaikan kasus HAM yang belum selesai pada masa pemerintahan sebelumnya, justru dimasa pemerintahan Jokowi lah kasus HAM berat terjadi dan malah semakin ...
Partisipasi Publik Jawa Barat dalam Menjaga Kelestarian Alam Melalui dlhjawabarat.id
14 Okt 2025 | 161
Pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Di era digital seperti sekarang, kolaborasi antara pemerintah dan publik semakin mudah ...